Halo sahabat selamat datang di website seputarhukum.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Hagia Shopia Kembali Berfungsi Jadi Masjid di Turki oleh - seputarhukum.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kitakini.news â€" Hagia Shopia kembali difungsikan sebagai mesjid di Turki. Keputusan itu diambil setelah Pengadilan tinggi Turki menolak dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi museum.

Diketahui, sejak dekrit keluar 85 tahun yang lalu umat Islam berhenti menggunakan Hagia Shopia sebagai masjid.

Sebelum keputusan itu diputuskan, pengadilan mendengar argumen para pihak saat sidang 2 Juli 2020 lalu. Menurut putusan pengadilan, Hagia Sophia dimiliki oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh Sultan Ottoman dan diperuntukkan kepada masyarakat sebagai sebuah masjid.

Berdasarkan keputusan pengadilan, dalam akta Hagia Sophia didefinisikan sebagai masjid dan ini tidak dapat diubah secara hukum.

Siapa pun tidak dapat melarang masyarakat untuk menggunakan hak dan memanfaatkan peninggalan bangunan kuno ini sebagai masjid.

“Tidak mungkin secara hukum untuk menggunakan bangunan itu selain masjid, seperti yang didefinisikan dalam akta tersebut,” kesimpulan pengadilan seperti dilansir dari gulf-times.com, Sabtu (11/07/2020).

Ini Sejarah Hagia Shopia

Berdasarkan sejarah di bawah Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia telah digunakan sebagai gereja selama 916 tahun.

Namun, waktu perang salib, yakni pada tahun 1453, Kosntatinopel jatuh ke Kaisaran Ustamaniyah yang dipimpin oleh seorang raja belia, yang masih berumur 20 tahun, Muhammad Al-Fatih.

Sultan dengan usia amat muda Turki  ini lazim dipanggil Al Fatih (sang pembebas). Sebaliknya, di kalangan barat di sebut the Conqueror (Sang Penakluk).

Maka semenjak 30 Mei 1453, Shalat Jumat pun digelar di sana. Al Fatih sendiri yang menjadi imamnya. Beberapa faslitas gereja mungil ini lalu dipakai untuk mendukung ibadah kaum Muslim kemudian ditambahkan. Mulai dari mihrab, mimbar, air mancur untuk wudhu, sejumlah menara, dapur, perpustakaan, makam dan pondok Sultan.

Berbagai bangunan tambahan sebagai penguat pondasi agar Haga Sofia tidak roboh ketika ada gempa ditambahkan oleh para Sultan Turki berikutnya.

Uniknya, meski berubah menjadi masjid, tak satu pun ornamen gereja ada yang dihancurkan. Di bagian kubah masjid Haga Sophia yang sebelumnya bergambar salib dan bunda maria, tetap dibiarkan.

Sejak saat itu, Hagia Sophia pun difungsikan sebagai masjid selama lebih dari 500 tahun. Baru pada 1934, pendiri Turki modern Mustafa Kemal Atatürk memutuskan untuk merestorasi gereja dan masjid yang berasal dari zaman Kostantinopel dan Ottoman (Ustamaniyah) ini menjadi museum.

Dalam beberapa tahun terakhir para pemimpin Turki menyerukan penggunaannya sebagai masjid lagi dan mengizinkan pembacaan Al-Qur’an di sana pada acara-acara khusus.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan Hagia Sophia terbuka untuk ibadah umat Muslim sebagai masjid. Erdogan membuat pengumuman hanya satu jam setelah putusan pengadilan diturunkan, mengesampingkan peringatan internasional untuk tidak mengubah status monumen.

“Keputusan itu diambil untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Ayasofya kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk ibadah,” kata keputusan yang ditandatangani oleh Erdogan

Itulah tadi informasi mengenai Hagia Shopia Kembali Berfungsi Jadi Masjid di Turki oleh - seputarhukum.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarhukum.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

 
Top